Selasa, 05 Mei 2020

Buruh tercekik Karena Corona



1 mei kemarin dimana perayaan hari buruh di seluruh dunia dikarenakan kemajuan ekonomi sosial yang sangat signifikan, kali ini saya tidak akan banyak membahas sejarah tentang bagaimana asal usul hari buruh. Definisi dari buruh menurut saya adalah membantu pekerjaan pimpinan atau merigankan beban kerjaan pimpinan bukan budak yang hanya di beri pekerjaan gila gilaan. Pada dasarnya perusahaan tidak akan berkembang jika tidak mempunyai tenaga kerja atau buruh, tapi sayangnya kebanyakan perusahaan tidak memperdulikan kondisi buruh bagiamana hanya tau memberi perintah saja, didalam film dokumneter john pilger memaparkan bagaimana kehidupan sesungguhnya para buruh di Indonesia. Produk yang seharga ratusan ribu bahkan menyampai angka jutaan, tenaga kerja hanya diberi upah minim sekali bahkan di bawah 10% dari hasil penjulan produk tersbut.perusahaan ini bisa masuk di Indonesia karena melihat buruh dengan gaji di bawah umr masih mau bekerja atau kata lainnya buruh murah. Salah satu faktor perusahaan asing bisa masuk salah satunya presiden ri ke 2 yang sengaja menarik masuk investor dari luar negeri dengan berdalih untuk memajukan perekonomian bangsa. Yang sangata mengejutkan adalah perusahaan ini sudah bukan berkembang lagi tapi sudah bisa dikatakan king of company diamana merk meraka sudah dikenal di berbagai belahan dunia. pada masa itu juga banyak sekali perusahaan perusahaan bekerja di luar standar operasional mereka yang dirugikan itu bukan bos atau elit dalam perusahaan melainkan para pekerja pekerja kecil yang menggantungkan hidup mereka kepada perusahaan tersebut.

Ada beberapa fenomena yang di akibatkan kasus covid 19 di Negara kita ini salah satunya PHK massal atau dirumahkan tampa upah. Untuk secara detailnya 162.416 pekerja merasakan dampak ini, 30.137 pekerja dari 3.348 perusahaan di PHK, sementara 132.279 pekerja dari 14.697 perusahaan dirumahkan tanpa upah. Ini merupakan fenomena luar biasa karena dapat membuat pekerja pabrikan menagalami depresi finansial bahkan ada yang sampai kelaparan. Sebenarnya peran pemerintah sangat dibutuhkan disini dikarenakan orang orang tidak bisa mencari kerja, jangankan bekerja keluar rumah saja dibatasi. Pemerintah yang sudah menerapkan PSBB untuk memimalizir penyebaran covid 19, masalahnya pemerintah kurang efektif dalam merealisasikan program programnya seperti halnya kartu prakerja, teman saya menjadi salah satu buruh yang terdampak dari covid ini dan mencoba mendaftarkan dirinya di kartu prakerja tapi masih saja belum bisa berhasil. Dan juga tentang kredit leasing dan bank, ini masih saja berjalan normal bagaimana semestinya karena pihak leasing juga tetap mearik cicilan perbulan sedangkan orang yang rata rata mencicil kendaraan adalah taksi online atau ojol.

Untuk karyawan Negara masih merasa aman dan damai dilain sisi mereka masih mendapatkan gaji pokok dari pemerintah dan mereka juga bisa bekerja dari rumah contohnya, guru meraka bisa saja mengajar dari rumah dengan menggunkan media online yang saat ini ramai di gunakan. Dan pegawai kantoran tetap pergi bekerja dengan catatan bergantian seperti saudara saya yang hanya sekali seminggu pergi kekantor karna itulah sop sekrang yang diterapkan. Meskipun memang pegawai negeri sipil atau PNS mempunyi pemotongan gaji untuk membantu mendanai pecegahan virus itu sendir tetapi mereka masih punya gaji pokok yang memadai untuk kebutuhan hidup, lantas bagaimana dengan nasib para pekerja yang diberhentikan banyak beberapa fakta lapangan yang saya lihat sendiri di antaranya mereka lebih memilih pulang kekampung yang sudah benar benar tidak mempunyai biaya untuk bertahan hidup. Nah seakrang masalah baru timbul lagi dimana PSBB sudah diberlaukan dan sudah diberlakukannya pelarangan pemudik untuk di seluruh wilayah Indonesia yang membuat para korban PHK tersebut terluntang lantung yang berasal dari luar daerah tempat mereka bekerja tersebut.

Ketua umum PAN menawarkan solusi untuk saat ini yang dimana PHK massal sedang terjadi, yang dimana Zulkifli Hasan mendorong pemerintah untuk melakukan subsidi gaji karyawan. Karena yang paling berimbas dari covid 19 ini adalah kaum ekonomi kelas bawah salah satunya buruh. Zulkifli menuturkan “subsidi gaji untuk karyawan ini diberikan kepada perusahaan dengan syarat tidak melakukan PHK” jika ini benar benar bisa terealisasikan saya yakin kaum buruh bisa melewai badai ini. Lantas yang sudah di PHK tuturnya hanya bisa mendapatkan sembako seperti masyarakat lainnya, yang saya takutkan jika kasus PHK massal ini belum juga dipatenkan solusinya maka bisa saja pengangguran di Indonesia akan bertambah pesat kenaikannya, karena para perusahaan juga sudah tidak mampu memberikan gaji mereka. Saya tekankan kepada aktor pemerintah banyak masyarakat diluar sana yang kelaparan akibat pandemi ini saran saya tidak perlu takut Negara kita mengalami kekacauan ekonomi karena ekonomi bisa dibangun kembali tapi tidak dengan nyawa manusia, sekali hilang tidak akan pernah kembali lagi.

Hampir semua perusahaan mengalami colabs saat ini kecuali pembuat masker dan hand sanitizer, maka dari itu banyak perusahaan beralih produksi untuk membantu perlengakapan melawan covid 19, selain untuk mempertahankan perusahaan mereka juga tidak ingin kehilangan para pekerjanya. Banyak sekali perusahaan yang berlomba lomba untuk membuat masker dan APD mulai dari perusahaan teknologi sampai dengan perusahaan otomotif. Karena selain melakukan donasi uang tunai untuk membantu melawan coid 19 mereka juga memperbanyak APD guna memutus mata rantai penyebaran virus ini.

Bahkan perusahaan logistic saja saya ambil contoh ekposr ikan keluar negeri itu mengalami penrunan yang sangat derastis. Yang bisanya pengepul mengabil ikan dari nelayang yang 1 kg ikan tenggiri dihargai 80.000 rupiah sekarnag hanya tinggal separuhnya saja. Bahkan adalagi yang lebih buruk dari pada itu dimana udang lobster yang biasa di ekspor ke cina seharga 1 juta rupiah per kg sekarang sudah tidak ada harganya lagi dipasar ekspor, dikarenakan pembatasan pnerbangan baik itu logistic maupun komersil. Saya tahu fenomena ini karena saudara saya yang menjadi pengepulnya. Saya tinggal disekitar pesisir laut dimana kebanyakan masyarakat menggantungkan hidupnnya dilaut sperti memancing, dan membudidaykan rumput laut. Tapi semenjak covid 19 ini menyerang ke indoneisa semua harga tersebut terjun bebas kebawah tapi berbanding dengan bahan pokok telur saja 1 rak naik yang dulunya 35 ribu sekarang sudah lebih dari angka 50 ribu. Ini tentu saja membuat masyarakat di sekeliling saya merasa menderita dan lagi diatambah belum adanya bantuan yang turun langsung di sekitar kami kecuali listrik 450 VA.

Saran saya kepada aktor pemerintah jika ingin mengeluarkan statement mohon kiranya direalisasikan bukan hanya menjadi penghibur belaka, karena didalam statement anda tercantum berjuta harapan masyarakat kecil di luar sana seperti halnya buruh korban PHK atau para pedagang kecil yang hanya menggantungkan hidupnya dari pundi pundi rupiah yang mereka bisa kumpulkan.

Saya ada sedikit revisi fakta lapangan saat ini yaitu pada tanggal 11 mei 2020 tentang bantuan pemerintah. Pemerintah telah merealisasikan program program nya salah satunya adalah kartu prakerja, sekarang teman saya yang buru itu sudah bisa mengklaim haknya. Dan juga masalah leasing kendaraan ada beberapa faktor yang harus di ajukan ke pihak dealer agar bisa menunda pembayaran kredit kendaraan salah satunya adalah pengajuan berkas berkas ke pihak dealer tersebut. 

Terimakasih banyak kepada pemerintah karena sudah menyelamatkan banyak nyawa, saya ada satu saran lagi tentang kartu prakerja mohon ditingkatkan keamanan sistemnya agar tidak bisa dimanfaatkan oleh hacker hacker yang tidak bertanggung jawab. Sekali lagi terima kasih banyak kepada institut pemerintahan  :)

source:
https://megapolitan.kompas.com/read/2020/04/06/06231941/phk-massal-di-tengah-pandemi-covid-19-dan-upaya-pemerintah-berikan?page=all#page4
https://m.detik.com/finance/moneter/d-4956783/leasing-ini-masih-tetap-tagih-cicilan-kredit
https://www.liputan6.com/news/read/4245868/cegah-phk-saat-corona-zulhas-dorong-subsidi-gaji-karyawan
film dokumneter  john pilger

  

28 komentar:

  1. dalam lingkup wilayah disekitar anda, apakah para buruh dan karyawan sudah ada yang mendapat bantuan dari permerintah?....jika ada, bantuan seperti apa saja, jika belum, apa ada lagi solusi lain yang akan cepat di tanggapi oleh pemerintah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas tanggapan anda, buruh yang terdampak pandemi ini sudah ada di sekeliling saya, salah satunya itu dirumahkan tanpa adanya upah yang diberikan oleh pihak perusahaan. Saya pernah menanyakn kepada aktor tersebut dan dia mengiyakn bahwa saya belum mendapat bantuan apapun dari pemerintah, Memang kampung saya jauh dari keramaian kota. Untuk solusi kepada pemerintah, saya lebih menekankan para pejabat" yang kurang intensif melakukan pendataan dan minimnya pejabat di sekiling kami yang mau di ajak berdiskusi alasan yang rata" kami dengar yaitu sibuk.

      Hapus
  2. pelarian para pejabat memang selalu dengan kata sibuk...saya setuju dengan anda...terkadang beberapa pejabat hanya akrab dengan masyarakat setempat menjelang pemilihan saja, ini juga ironi yang terjadi disekitar kita, namun sejauh ini apakah belum ada suara atau tindakan dari para buruh, mengenai bantuan dari pemerintah?

    BalasHapus
  3. Sudah ada tindakan tapi dalam masih perencanaan contohnya nelayan di sekitr sini sudah ramai memperbincangkan masalah bantuan yang masih belum jelas keberadaannya, tapi masih belum adanya gerakan" protes ke pemerintah. Untuk yang buruh pabrik yang dirumahkan sama halnya belun melakukan tindakan apapun kecuali kegelisahan individu tersebut.

    BalasHapus
  4. Memang dengan adanya Covid-19 sekarang sangat berdampak kepada perekonomian suatu perusahaan, jadi menurut anda apakah dengan adanya PHK massal atau dirumahkan tanpa upah itu layak diterima para pekerja atau buruh? Terus bagaimana dengan hak mereka ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setidaknya di rumahkan lebih baik daripada di phk, saya lebih setuju dengan usul pak zulkifli ketua umun PAN, gaji buruh disubsidi untuk menekan angka pengangguran di negara tercinta kita ini. Jika pemerintah tidak turun tangan maka perusahaan tidak akan bisa menggaji mereka karena produksi pabrik terhenti dan tidak adanya pemasukan.

      Hapus
    2. Jadi dsini lagi-lagi peran pemerintah yang dibutuhkan ya, semoga saja pemerintah mampu mengatasi persoalan-persoalan yang ada. Terimakasih

      Hapus
    3. Aamiin, terimakasih telah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini

      Hapus
  5. Dimasa sekarang banyak orang yang dilarang keluar rumah sehingga perusahaan perusahaan tentu menganggap hal ini merugikan mereka dan sebagian tenaga kerja mengalami PHK. Nah, pertanyaan saya jika perusahaan melakukan PHK secara sepihak misalnya maka menurut si penulis langkah apa yang dapat ditempuh sehingga hal ini tidak merugikan diantara keduanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jalan lain dari phk ya dirumahkan, saya ambil contoh perusahaan ekspor ikan di makassar banyak sekali yang tutup dikarenakan pembatasan penerbangan pesawat dan kapal. Otomatis parushaan akan rugi karena ikan yang membusuk, terpaksa perusahaan harus menjualnya ke restoran" lokal dengan harga murah, coba bayangkan ikan yang sekilo dibeli oleh perusahaan senilai 80k, kemudian dia juak ke restoran lokal seharga 30k, Ini terpaksa dilakukan untuk meminimalkan kerugian. Buruh juga mau protes bagaimana ke bosnya, bosnya sendiri rugi saja rugi besar. Yang paling tepat adalah bantuan dari pemerintah

      Hapus
    2. Bantuan dari pemerintah yang seperti apakah itu? Bukankah memperbanyak bantuan malah membuat perekonomian negara menurun. Apakah tidak ada kebijakan lain selain mengharap bantuan dari pemerintah?

      Hapus
    3. Bantuan uang dan kebutuhan pokok, minimal sembako. Ada kebijakan lain dengan cara individu tersebut ingin bekerja, bekrja tidak harus keluar ruamh jadi freelancer aja, terima jasa deaign grafis

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  6. Terkait kebijakan yang diambil pemerintah seperti keputusan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan.  Menurut anda apakah sudah merupakan pilihan yang baik untuk mempertahankan perekonomian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mempertahankan ekonomi sepihak baik, tapi tidak dengan ekonomi negara. Banyaknya pengangguran maka kebutuhan pokok semakin sulit terpenuhi sehingga mendorong individu melakukan tindak kriminal

      Hapus
    2. Lantas kebijakan apa yang seharuanya di ambil pemerintah untuk mempertahanka perekonomian negara tanpa adanya PHK?

      Hapus
    3. Mensubisidi gaji karyawan :)

      Hapus
    4. Mensubsidi gaji karyawan berarti pemerintah menanggung sebanyak 162.416 orang, apakah dengan ini dapat mempertahankan perekenomian? Bukannya akan terjadi kekacauan dalam perekonomian?

      Hapus
    5. Terus yang pengangguran dibiarkan saja?, sekacau kacau ekonomi negara msaih bisa dipulihkan, karna indonesia tidak kekurangan orang cerdas tapi kekurangan orang baik dan jujur. Ingat nyawa cuma satu dan nyawa akan melayang jika menahan lapar 2 minggu

      Hapus
    6. Jadi menurut anda ekonomi mengalami kekacauan itu tidak apa2? Terus bagaimana negara membantu masyarakat bertahan menghadapi covid-19 bila ekonomi mengalami kekacauan? Bukannya ini malah semakin menambah nyawa yang melayang? Karena tanggung jawab negara bukan hanya buruh tetapi seluruh WNI

      Hapus
    7. Kan masih bisa di bangun ulang, buktinya pada kepemimpinan soeharto sampai dolar hampir menembus angka 17.000 saja masih bisa kembali, jangan samakan nilai mata uang sekrang dan tahun 1999, lihat harga emas pada waktu itu dan sekrang kemudian bandingkan, Karena nilai emas tidak akan pernah mengalami inflasi. Sudah banyak berita tersebar di media mulai dari virus corona sampai dengan virus kelaparan. Tidak semua masyarakat sama kondisi ekonomi mereka, kadang uang yang hari ini untuk makan hari ini saja, dan mereka sekrang suda tidak bisa bekerja lagi karena sudah diterapkannya PSBB. Intinya serba salah diam dirumah mati, keluar mati untuk masyarakat kondisi ekonomi lemah.

      Hapus
    8. Memang betul bisa di bangun ulang, tetapi untuk saat ini bila ekonomi mengalami kekacauan akan sangat berdampak besar bagi masyarakat banyak masyarakat yang akan mengalami kelaparan dan angka kematian akan tinggi

      Hapus
    9. Terimakasih atas tanggapannya :)

      Hapus
  7. Tahun ke tahun hari bruh selalu mmperingati dengan mlakukan demonstrasi di jlan kecuali tahun ini, sya punya pertanyaan simple apa sih yg di inginkan buruhh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gaji yang besar, pekerjaan berkurang, dan hak hak buruh lebih di perhatikan

      Hapus
  8. Sebenarnya persoalan ini sudah banyak terjadi yah,tentang pesangon yg blm diterima oleh buruh yg kena phk, karena persoalan pendataan dan sebagainya, menurut anda apa kira2 yg mempengaruhi pesangon ini blm diterima oleh mereka yg terkena phk, terlepas dri alasan kendala pendataan! karena sudh jelas bahwa mereka yg terkena phk akan mendapatkan pesango dri pemerintah,hal ini sudh dijelaskan oleh mentri keuangan ia memastikan mereka yg terkena phk akan mendapatkan bantuan berupa pesangon.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk masalah pesangon karyawan yang di phk itu adalah hak dan kewajiban mereka menerima uang hasil kerja. Jadi pesangon mereka harus di bayarkan oleh perusahaan tersebut. Tapi jika perusahaan tidak berniat memenuhi hak tersebut maka bisa saja perusahaan kena sanksi.

      Hapus
    2. Pengaruh paling utama tertundanya pemberian pesangon adalah dampak dari corona yang merugikan ekonomi perusahaan. Tapi soal penerimaan pesangon PHK wajib hukumnya

      Hapus